|

Pariwisata merupakan sektor nonmigas yang memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa Indonesia. Dilihat dari berbagai indikator, pariwisata memberikan sumbangan terhadap pendapatan dunia, penyerapan tenaga kerja, berkembangnya perekonomian daerah serta sumbangan terhadap bidang pendidikan dan pengetahuan. Saat ini sumbangan devisa dari sektor pariwisata bagi Produk Domestic Bruto (PDB) hampir mencapai 5% untuk total pendapatan negara. Kedepannya, target dari sektor pariwisata ini akan semakin ditingkatkan. Selain karena menyumbangkan devisa yang cukup besar bagi negara, pariwisata juga dianggap menjadi penggerak roda perekonomian karena manfaat pembangunannya dapat mempengaruhi banyak aspek pembangunan nasional (in route benefit).
Indonesia sebagai negara tropis yang dilewati oleh garis khatulistiwa memiliki potensi pariwisata yang besar. Potensi ini lahir dari keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia sebagai negara kepulauan yang disinari oleh sinar matahari sepanjang tahunnya. Selain alamnya, Indonesia juga memiliki keragaman budaya yang tertuang dalam cipta, karsa dan karya yang unik dan khas yang terdiri dari ragam bahasa, kesenian dan adat istiadat. Alam dan budaya merupakan keunggulan kompetitif pariwisata Indonesia. Keungggulan ini akan tetap menjadi potensi, jika tidak digali dan dikembangkan sesuai dengan nilai keunikan dan kapasitasnya.
Perkembangan kepariwisataan yang terus meningkat di Indonesia, menuntut adanya sumber daya manusia yang siap dalam mengelola dan mengembangkan kawasan wisata. Baik sebagai destinasi maupun wisata sebagai sistem yang memberikan dampak luas bagi pembangunan Nasional. Salah satu perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan dengan kompetensi bidang pariwisata adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Lulusan bidang pariwisata ini dihasilkan oleh Program Studi Manajemen Resort & Leisure (MRL) yang berada di bawah Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), dengan jenjang S1 (sarjana). Penekanan program studi ini adalah pada aspek manajerial yang mencangkup pada aspek operasi, kewilayahan dan sosial budaya. Lulusan dari Program Studi MRL ini diarahkan pada kemampuan mengelola, merencanakan dan mengembangkan kawasan wisata yang berkelanjutan.
Program Studi MRL ini dibangun dengan konsep dasar lingkungan SDA, sosial budaya dan aspek ekonomi. Ketiga aspek ini menjadi dasar dalam membangun kawasan wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang menyeluruh. Lulusan Program Studi MRL diarahkan kepada kemampuan teoritis dan praktis yang berkaitan dengan kemampuannya mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam secara lestari, memberdayakan masyarakat serta menguntungkan.

Program Studi Manajemen Resort & Leisure merupakan lembaga pendidikan tinggi bidang pariwisata yang memiliki konsep dasar Triple Three (Triple 3). Konsep dasar yang dimaksud meliputi Sumber Daya Alam, Sosial Masyarakat dan Perekonomian yang dikelola, direncanakan dan dikembangkan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan, dan ditopang oleh nilai-nilai pembentukan karakter insan pariwisata yang ilmiah, edukatif dan religius. Konsep ini menjadi landasan pengembangan Program Studi Manajemen Resort & Leisure dalam upayanya mengembangkan kepariwisataan di Indonesia. Bersama kita bangun kepariwisataan Indonesia yang lestari, berkelanjutan dan unggul.
Hormat kami,
Ketua Program Studi Manajemen Resort & Leisure
Fitri Rahmafitria SP. MSi
|