Kemah Kerja Mahasiswa MRL (Synchronizing Global Code of Ethic for Tourism)

Selama beberapa tahun kebelakang, prodi Manajemen Resort dan Leisure telah mengadakan agenda tahunan untuk kemah kerja yang dilakukan oleh perwakilan mahasiswa dalam rangka untuk memenuhi program kerja Desa Wisata Binaan. Tujuan kegiatan ini adalah menyelaraskan visi misi prodi dengan Global Code of Ethics for Tourism) serta untuk mencari serta melatih warga pedesaan dalam mengembangkan dan mengelola potensi sumber daya alam dan budaya yang ada didalam desa tersebut menjadi sebuah daya tarik wisata. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 16 sampai 17 Mei 2015 dan berlokasi di Desa Ciburial Dago Pakar bersama dengan para mahasiswa dari China, Jepang, dan Vietnam. Selain karena Desa Ciburial ini memiliki objek wisata yang sedang marak diperbincangkan oleh para wisatawan nusantara, asal-usul mengenai Desa Ciburial menjadi alasan tersendiri untuk mahasiswa dan para dosen melakukan pengkajian untuk membuat desa tersebut menjadi Desa Wisata Binaan di tahun ini.Berdasarkan sejarahnya, asal mula nama Desa Ciburial ini adalah Cadas Jontor. Cadas memiliki arti tebing sedangkan jontor adalah menonjol. Jadi dapat dikatakan jika Desa Ciburial ini berada pada tebing yang menonjol. Dan saat jaman dahulu, Desa Ciburial merupakan tempat untuk para peternak mencari rumput dan juga sebagai tempat untuk mencari kayu bakar. Karena lokasi Desa Ciburial berada di zona patahan Lembang, maka Desa Ciburial termasuk kawasan konservasi. Desa Ciburial dikenal juga sebagai desa wisata kuliner karena banyaknya rumah makan atau restoran-restoran yang didirikan di desa tersebut. Dan sebelumnya Desa Ciburial ini telah mendapatkan penghargaan sebagai “Desa Sehat” dan “Desa Layak Anak”. Kemudian desa ini juga dikenal sebagai desa yang agamis. Hal yang lebih menarik dari Desa Ciburial ini adalah terselenggaranya momen khusus dalam penggunaan pakaian tradisionalnya. Setiap hari kamis warga Desa Ciburial diwajibkan menggunakan pakaian pangsi. Momen khusus ini merupakan salah satu program Kemis Nyunda yang khusus dilakukan oleh warga desa tersebut. Lalu, apakah di Desa Ciburial terdapat objek wisata yang menarik? Mungkin sebagian wisatawan nusantara bertanya-tanya mengenai objek wisata di Desa Ciburial. Setelah perwakilan mahasiswa dari kemah kerja MRL melakukan wawancara dengan beberapa pengunjung yang datang ke objek wisata yang ada di Desa Ciburial, hasilnya mereka tidak pernah mengetahui sebelumnya jika objek wisata yang sedang terkenal di sosial media akhir-akhir ini terletak di Desa Ciburial. Objek wisata tersebut adalah Tebing Keraton. Tebing keraton ini terletak di Puncak Ciharegeum RW 10, Desa Ciburial. Karena tebing keraton ini merupakan objek wisata di Desa Ciburial, ada beberapa warga yang terangkat perekonomiannya akibat adanya kegiatan dari pariwisata. Manfaat yang didapatkan oleh warga sekitar seperti mengalihkan profesinya menjadi tukang ojek, membuat warung, dan menjual atau melakukan transaksi dari hasil pertanian di desa tersebut. Disamping itu, terdapat pula masalah yang muncul untuk warga dalam kegiatan pariwisata yang terjadi di Desa Ciburial, seperti adanya pergesera sosial terhadap warga karena masuknya budaya modern yang berasal dari pengunjung sehingga melunturkan nilai sosial warga desa tersebut, dan keterbatasan aktivitas dari warga karena seringkali kendaraan yang hilir mudik memenuhi jalan menuju objek wisata. Dengan adanya kegiatan kemah kerja ini, diharapkan dapat membantu dan membuat warga Desa Ciburial sadar dengan pentingnya kegiatan pariwisata sehingga menjanjikan keuntungan yang besar untuk kesejahteraan warga desa tersebut. Karena untuk menjadi Desa Wisata Binaan, pengurus dari Desa Ciburial sendiri perlu adanya wawasan yang lebih luas lagi mengenai sistem pengelolaan dan pengembangan baik untuk sarana, prasarana ataupun pelayanan demi mengimbangi kegiatan pariwisata. Teks: Neng Junianti (MRL 2013) Editor: Reiza Miftah Wirakusuma M.Sc

Leave us a Comment