Praktik Lapangan MRL 2013 di Taman Nasional Bali Barat

14 โ€“ 21 November merupakan waktu dimulainya praktik lapangan terpadu bagi MRL angkatan 2013. Angkatan ini akan mengaplikasikan teori beberapa mata kuliah seperti Manajamen Atraksi Wisata Alam dan Perencanaan Pariwisata langsung di lapangan. Sedangkan pemilihan lokus penelitian, jatuh pada Taman Nasional Bali Barat dengan berbagai daya tarik wisata alam dan budaya di sekitar pulau dewata. Selanjutnya, keberangkatan mahasiswa dan para dosen pembimbing difokuskan melalui jalur darat dengan menggunakan 2 Bus Pariwisata Besar yang dimulai Sabtu dini hari. Perjalanan ditempuh dengan waktu kurang lebih 32 jam dan langsung menuju lokasi pertama yakni Taman Nasional Bali Barat. sesampainya di kawasan, rombongan diterima langsung oleh Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Balai TNBB dan diberikan pengarahan untuk observasi lapangan. Ketika observasi, rombongan dipecah menjadi 2 kelompok dengan lokus Pulau Menjangan dan PT.Trimbawan; Bali Tower; Menjangan Resort. Tidak begitu jauh dari kawasan ini terdapat desa wisata Blimbingsari yang mempunyai keunikan pola hidup masyarakat. meskipun masyarakat desa ini mempunyai adat bali akan tetapi kepercayaan agama mereka yakni nasrani. dari 137 Kepala Keluarga 100% beragama nasrani, sehingga bangunan publik dan rumah mereka berarsitektur bali dengan simbol Yesus Kristus. Lokasi selanjutnya, yakni Bali Selatan dengan lokus Indonesia Tourism Development Corporation, Watersport Tanjung Benoa, Kawasan Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Tari Kecak Api Uluwatu dan Pesisir Jimbaran. seluruh lokasi mempunyai tema yang berbeda sehingga instrumen penelitian dibuat menyesuaikan dengan pola 22 kelompok. Hari selanjutnya, lokasi penelitian berada di Bali Tengah, yakni Kabupaten Bangli dan Kintamani. Rombongan bergerak menuju desa wisata Panglipuran dengan observasi yang bertujuan membandingkan pola hidup masyarakat yang ada di desa wisata sebelumnya. Setelah selesai berdiskusi dengan masyarakat desa wisata Panglipuran, rombongan bergerak menuju daerah kintamani untuk makan siang dan berakhir di pusat oleh-oleh Krisna. Lokasi terakhir yang direncanakan panitia adalah Tanah Lot, hal ini dikarenakan mempunyai arah yang sama untuk kepulangan menuju pelabuhan penyeberangan di Gilimanuk-Ketapang. setelah itu, rombongan melalui Yogyakarta sebagai destinasi persinggahan sementara untuk membeli oleh-oleh dan beristirahat. kami tiba dengan selamat pada hari Sabtu 21 November pukul 07.00 WIB pagi hari.

Leave us a Comment